Thursday, August 30, 2018

Inilah Kilas Balik "Inner Child"

kilas balik, mundur ke belakang di waktu lampau.. dimana ada luka ada duka ada senyum juga tawa. bagian mana yang ingin kuperbaiki,tentu saja luka dan duka disana. luka karena kata-kata kasar yang tidak perlu terucap, perlakuan kasar yang aku telah kuterima. dari orang tersayang, Bapak dan Ibu. masih ingat jelas bagaimana adegan itu di kepala, tapi waktu yang menyembuhkan luka di hati. terekam oleh otak menjadi memori, tapi tidak lagi menyakitkan, sudah kumaafkan.. dan tidak boleh kuulang kepada anak-anakku sekarang. aku sudah menjadi orangtua, aku mungkin berhak atas anak-anakku tapi anak-anakku juga berhak mendapatkan kasih sayang tak terbatas, kasih sayang yang tulus tanpa kekerasan dalam sikap serta ucapan.

masih kuingat juga saat mengandung anakku, bagaimana suamiku yang begitu mengacuhkanku. sempat aku berfikir penyebabnya anakku, kenapa harus aku hamil, kenapa ada anak yang belum kami inginkan hadir. sering aku menangis, merasakan sakitnya diabaikan sedang aku lihat betapanya bahagianya ibu hamil lainnya disayang dimanjakan suaminya. aku mungkin iri tapi aku akhirnya sadar walaupun aku tak dicintai suamiku, ada anak yang akan menicintaiku selamanya. aku tak peduli lagi bagaimana suamiku memperlakukanku saat 9 bulan mengandung anaknya, yang penting anakku sehat, suamiku tetap bertanggung jawab mencari nafkah untuk anakku, lainnya pikirkan nanti. kadang saat aku inginkan sesuatu aku minta pada Bapak atau ibuku, sungguh bersyukur aku miliki mereka. aku mengadu pada Allah SWT untuk menguatkan hatiku saat itu. tapi tak pernah kumintakan hati suamiku berubah. aku harus kuat untuk anak-anakku.

luka mungkin bisa sembuh oleh waktu tapi kenangan akan tetap tinggal dan menetap.

di kelas matrikulasi sudah kulalui proses berdamai dengan inner child yang terlukai, aku masih berproses untuk jadi ibu yang lebih penyabar juga penyayang. aku bersyukur anakku tumbuh dengan sehat dan bahagia. aku pun bersyukur suamiku berubah dan menyayangi kami jauh dari yang dulu. aku bahagia, terimakasih ya Allah.

ibu yang bahagia akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan mudah, maka berbahagialah para ibu.

Saturday, August 25, 2018

Menuntut Ilmu Bunda Sayang Ibu Profesional

saya adalah seorang ibu, memiliki seorang anak yang masa depannya akan  sangat dipengaruhi oleh bagaimana saya mendidiknya dari dalam rumah. saya tentu saja ingin menjadikannya pribadi yang bercita-cita tinggi namun nomor satu akhlak nya haruslah baik dan lebih baik lagi jika dia mampu menjadi agen perubahan bagi dirinya sendiri, orang disekitarnya, dan lingkungan dimana ia tinggal.

saya ibu yang tentu saja ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan hanya dari segi keilmuan tentang berbagai ilmu parenting dan teori-teori yang menjadi perdebatan netizen. saya ingin menjadikan waktu-waktu membersamai anak saya menjadi lebih membahagiakan untuk saya, dia, dan juga suami saya dengan suatu ilmu dasar, "Kesabaran". Kesabaran dalam mendidik anak dirumah, kesabaran dalam bersikap kepada anak serta suami, juga kesabaran dalam mencari ilmu yang akan bermanfaat bagi nilai-nilai yang akan saya tanamkan untuk anak-anak kami nantinya saat ia dewasa dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

sejak awal mengikuti proses belajar di Ibu Profesional diawali program Matrikulasi hingga saat ini di kelas Bunda Sayang, saya merasa ilmu ini terlalu sedikit, saya ibu muda yang tanpa pengalaman melangkah tanpa bimbingan, dengan anak yang mungkin bagi beberapa orang nakal, hiperaktif atau apapun itu labelnya. sesungguhnya anak saya hanya membutuhkan perhatian, kesabaran, dan kasih sayang seutuhnya dari saya ibunya juga dari ayahnya. dari Ibu Profesional saya belajar sedikit demi sedikit bahwa perubahan berawal dari dalam rumah, dari bagaimana seorang ibu mendidik anaknya. untuk anak saya saya juga akan berubah menjadi ibu yang terus belajar dan terus memperbaiki diri. disini saya tidak sendiri, saya bersama ribuan ibu lainnya yang akan berubah untuk anaknya, masa depannya. dengan berbagai materi yang akan saya pelajari di kelas Bunda Sayang saya berharap dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi ibu agen perubahan.

saya siap mengosongkan gelas dan mengisinya dengan ilmu-ilmu baru tanpa melupakan ilmu yang lama, saya akan berusaha istiqomah, disiplin, komitmen, konsisten dalam menerapkannya di kehidupan saya sehari-hari., dan aktif dalam belajar dan me-manajemen waktu. 

selamat belajar Ibu!

Inilah Kilas Balik "Inner Child"

kilas balik, mundur ke belakang di waktu lampau.. dimana ada luka ada duka ada senyum juga tawa. bagian mana yang ingin kuperbaiki,tentu sa...