kilas balik, mundur ke belakang di waktu lampau.. dimana ada luka ada duka ada senyum juga tawa. bagian mana yang ingin kuperbaiki,tentu saja luka dan duka disana. luka karena kata-kata kasar yang tidak perlu terucap, perlakuan kasar yang aku telah kuterima. dari orang tersayang, Bapak dan Ibu. masih ingat jelas bagaimana adegan itu di kepala, tapi waktu yang menyembuhkan luka di hati. terekam oleh otak menjadi memori, tapi tidak lagi menyakitkan, sudah kumaafkan.. dan tidak boleh kuulang kepada anak-anakku sekarang. aku sudah menjadi orangtua, aku mungkin berhak atas anak-anakku tapi anak-anakku juga berhak mendapatkan kasih sayang tak terbatas, kasih sayang yang tulus tanpa kekerasan dalam sikap serta ucapan.
masih kuingat juga saat mengandung anakku, bagaimana suamiku yang begitu mengacuhkanku. sempat aku berfikir penyebabnya anakku, kenapa harus aku hamil, kenapa ada anak yang belum kami inginkan hadir. sering aku menangis, merasakan sakitnya diabaikan sedang aku lihat betapanya bahagianya ibu hamil lainnya disayang dimanjakan suaminya. aku mungkin iri tapi aku akhirnya sadar walaupun aku tak dicintai suamiku, ada anak yang akan menicintaiku selamanya. aku tak peduli lagi bagaimana suamiku memperlakukanku saat 9 bulan mengandung anaknya, yang penting anakku sehat, suamiku tetap bertanggung jawab mencari nafkah untuk anakku, lainnya pikirkan nanti. kadang saat aku inginkan sesuatu aku minta pada Bapak atau ibuku, sungguh bersyukur aku miliki mereka. aku mengadu pada Allah SWT untuk menguatkan hatiku saat itu. tapi tak pernah kumintakan hati suamiku berubah. aku harus kuat untuk anak-anakku.
luka mungkin bisa sembuh oleh waktu tapi kenangan akan tetap tinggal dan menetap.
di kelas matrikulasi sudah kulalui proses berdamai dengan inner child yang terlukai, aku masih berproses untuk jadi ibu yang lebih penyabar juga penyayang. aku bersyukur anakku tumbuh dengan sehat dan bahagia. aku pun bersyukur suamiku berubah dan menyayangi kami jauh dari yang dulu. aku bahagia, terimakasih ya Allah.
ibu yang bahagia akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan mudah, maka berbahagialah para ibu.